GAZA,the truth is out there [part 1]

We will not go down..
In the night, without a fight..
You can burn up our mosques and our homes and our schools..
But our spirit will never die…
We will not go down..
In Gaza tonight..

Salah satu bait dari lagu Michael heart yang belakangan ini buat saia merasa selalu kepikiran atas konflik yang terjadi di gaza. Postingan kali ini yang merupakan bentuk apresiasi dan kepedulian saia atas apa yang terjadi di GAZA.Tulisan ini dikaji dari  beberapa sumber.

gaza41

SIAPA YAHUDI ?

Sebagaimana kita tahu bahwa semua tanah Palestina,khususnya Yerusalem, adalah suci untuk orang-orang Yahudi, Nasrani, dan Muslim. Penyebabnya adalah karena sebagian besar nabi-nabi Allah SWT yang diutus untuk memperingatkan manusia menghabiskan sebagian atau seluruh kehidupannya di tanah suci ini. Agama Yahudi, Nasrani dan Islam adalah agama samawai atau agama langit yaitu agama yang dipercaya oleh para pengikutnya dibangun berdasarkan wahyu Allah. Beberapa pendapat menyimpulkan bahwa suatu agama disebut agama Samawi jika:
* Mempunyai definisi Tuhan yang jelas
* Mempunyai penyampai risalah (Nabi/Rasul)
* Mempunyai kumpulan wahyu dari Tuhan yang diwujudkan dalam

Konsep Ketuhanan
Secara konsep ketuhanan,Yahudi sama dengan Islam yaitu menganggap Tuhan itu Satu.Tuhan Yahudi disebut Yahweh yang merupakan bentuk ketiga tunggal ”Dia adalah” (He who is) dan mereka menganggap bahwa mereka adalah bangsa pilihan.

Tuhan dalam Islam disebut Allah yang merupakan bentuk tunggal dan tertentu dari Ilah (Sembahan/Tuhan).Pada Islam,Dijelaskan dalam Al Qur’an surat Al Ikhlas tentang keEsaan Tuhan.

Kitab Suci
Yahudi memiliki kitab suci yaitu Taurat. Kitab Taurat atau Torah dalam bahasa Ibrani adalah lima kitab pertama Tanakh atau Alkitab Perjanjian Lama. Kitab Taurat dalam bahasa Yunani disebut Pentateukh.
lima kitab pertama Tanakh :
* Kejadian, bahasa Latin: Genesis, bahasa Ibrani: beresyit (בראשית),
* Keluaran, bahasa Latin: Exodus, bahasa Ibrani syemot (שמות),
* Imamat, bahasa Latin: Leviticus, bahasa Ibrani wayyikra (ויקרא),
* Bilangan, bahasa Latin: Numerii, bahasa Ibrani bemidbar (במדבר) dan
* Ulangan, bahasa Latin: Deuteronomium, bahasa Ibrani debarim (דברים).

Kelima buku pertama ini dianggap penting karena kelima buku ini memuat peraturan-peraturan yang dipercayai ditulis oleh Musa.Menurut tradisi kitab Taurat ditulis oleh nabi Musa, sedang kematiannya yang tercatat pada Kitab Ulangan pasal 34 dituliskan oleh penerusnya, Yosua. Contoh serupa adalah kitab Yeremia, yang pada akhirnya di kitab tersebut dituliskan “sampai di sinilah perkataan-perkataan Yeremia” (Yeremia 51:64) namun kitab tersebut masih dilanjutkan (kebanyakan berisi sejarah dan kejadian yang terjadi setelah perkataan Yeremia berakhir).

Kata Taurat sendiri sebenarnya berarti pengajaran oleh Allah. Kata ini diterapkan kepada Kesepuluh Hukum (Dasa Titah), kemudian pada segala hukum dan peraturan dari Tuhan.Orang Samaria mengakui kelima kitab Taurat ini sebagai kitab suci mereka, namun mereka menolak kitab-kitab lainnya yang terdapat di dalam Perjanjian Lama.Selain itu bahasa Kitab Suci Yahudi sebagian besar bahasa Ibrani dengan sedikit Aramaic.

Bagaimana Yahudi/Bani israil masuk ketanah suci palestina?

Sekitar tahun 1250 SM. Musa AS dan kaumnya meninggalkan Mesir, dengan pertolongan mukjizat Allah, dan mereka tinggal di Semenanjung Sinai dan timur Kanaan. Dalam Al-Qur’an, Musa memerintahkan Bani Israil untuk memasuki Kanaan:

Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi. (Qur’an, 5:21)

Setelah Musa AS, bangsa Israel tetap berdiam di Kanaan (Palestina). Menurut ahli sejarah, Daud (David) menjadi raja Israel dan membangun sebuah kerajaan berpengaruh. Selama pemerintahan putranya Sulaiman (Solomon), batas-batas Israel diperluas dari Sungai Nil di selatan hingga sungai Eufrat di negara Siria sekarang di utara. Ini adalah sebuah masa gemilang bagi kerajaan Israel dalam banyak bidang, terutama arsitektur. Di Yerusalem, Sulaiman membangun sebuah istana dan biara yang luar biasa. Setelah wafatnya, Allah mengutus banyak lagi nabi kepada Bani Israil meskipun dalam banyak hal mereka tidak mendengarkan mereka dan mengkhianati Allah.

Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan jahiliyah lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mu’min dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat takwa dan adalah mereka berhak dengan kalimat takwa itu dan patut memilikinya. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Qur’an, 48:26)

Karena kemerosotan akhlaknya, kerajaan Israel mulai memudar dan ditempati oleh berbagai orang-orang penyembah berhala, dan bangsa Israel, yang juga dikenal sebagai Yahudi pada saat itu, diperbudak kembali. Ketika Palestina dikuasai oleh Kerajaaan Romawi, Nabi ‘Isa (Jesus) AS datang dan sekali lagi mengajak Bani Israel untuk meninggalkan kesombongannya, takhayulnya, dan pengkhianatannya, dan hidup menurut agama Allah. Sangat sedikit orang Yahudi yang meyakininya; sebagian besar Bani Israel mengingkarinya.

Dan, seperti disebutkan Al-Qur’an, mereka itu yang: “: telah dila’nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan ‘Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. (Al-Qur’an, 5:78 )
Setelah berlalunya waktu, Allah mempertemukan orang-orang Yahudi dengan bangsa Romawi, yang mengusir mereka semua keluar dari Palestina.

Tujuan penjelasan yang panjang lebar ini adalah untuk menunjukkan bahwa pendapat dasar Zionis bahwa “Palestina adalah tanah Allah yang dijanjikan untuk orang-orang Yahudi” tidaklah benar. Pokok permasalahan ini akan dibahas secara lebih rinci dalam postingan berikutnya tentang Zionisme.

Zionisme menerjemahkan pandangan tentang “orang-orang terpilih” dan “tanah terjanji” dari sudut pandang kebangsaannya. Menurut pernyataan ini, setiap orang yang berasal dari Yahudi itu “terpilih” dan memiliki “tanah terjanji.” Padahal, ras tidak ada nilainya dalam pandangan Allah, karena yang penting adalah ketakwaan dan keimanan seseorang. Dalam pandangan Allah, orang-orang terpilih adalah orang-orang yang tetap mengikuti agama Ibrahim, tanpa memandang rasnya.

Al-Qur’an juga menekankan kenyataan ini. Allah menyatakan bahwa warisan Ibrahim bukanlah orang-orang Yahudi yang bangga sebagai “anak-anak Ibrahim,” melainkan orang-orang Islam yang hidup menurut agama yang sesuai dengan ayat ini:

Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim
ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini
(Muhammad) beserta orang-orang yang beriman
(kepada Muhammad),dan Allah adalah Pelindung
semua orang-orang yang beriman.
— Qur’an, 3:68 —

Next — GAZA,the truth is out there [part 2]

Zionisme : Sebuah nasionalisme sekuler yang mengkhianati yudaisme

12 thoughts on “GAZA,the truth is out there [part 1]

  1. humm…alasan mereka sangat ngawur memang..
    dan akhir tujuan mereka adalah menguasai dunia…
    berhati”lah pada firnah yang disebarkan oleh zionis

  2. waaaaah..
    postingan ini bermanfaat sekali untuk orang polos seperti saia..
    hagshags..

    anda hebad bung..
    saia akan mengikuti perkembangan “GAZA, the truth is out there” anda ini..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s