Pemanfaatan BI Dalam Membantu Pengambilan Kebijakan Program Pemerintah Daerah Surabaya Untuk Sektor Informal Dan Pengangguran

Latar Belakang

Dalam menjalankan aktifitas pemerintahan, tentunya banyak permasalahan yang terjadi dimasyarakat khususnya masalah sosial. Dalam menentukan kebijakan yang terkait dengan masalah-masalah yang terjadi, tentunya menjadi persoalan yang sulit ketika pemda dituntut untuk membuat suatu kebijakan yang tepat didalam mengatasi semua masalah-masalah. Pada sektor informal, berdasarkan data pemerintah daerah jawa timur menyebutkan bahwa pertumbuhan jumlah pedagang sektor informal telah mencapai hampir angka 70.000 unit usaha, sementara kontribusi dari sektor ini untuk menekan angka kemiskinan dan pengangguran sangat tinggi. Pengelolaan sektor ini belum optimal dan cenderung spasial, serta III – 5 mempunyai akibat yang sangat serius terhadap arus lalu lintas kota, kekumuhan, dan kerugian dari sektor usaha lainnya. Pemerintah daerah berupaya untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat miskin melalui fasilitasi kebutuhan dasar, penataan dan pembinaan PKL serta usaha Informal lainnya. Adapun tujuan yang akan diwujudkan dari misi pemerintah daerah berdasarkan situs pemerintah provinsi jawa timur, adalah :

  1. Meningkatnya kualitas kehidupan keluarga miskin;
  2. Meningkatnya pelayanan penyandang masalah kesejahteraan sosial;
  3. Terwujudnya penataaan dan pembinaan usaha sektor informal secara proporsional dan modern

Salah satu cotoh masalah yang terjadi  adalah, dalam pembuatan kebijakan untuk menekan jumlah pengangguran,pemerintah menyaramatakan program-program kerja/kebijakan pada tiap daerah. Padahal, setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda dalam hal ini ditinjau dari karakteristik masyarakat. Sehingga target/tujuan dari program itu tidak tercapai dan terjadi kerugian secara financial.

Business Intelligent

BI telah dimanfaatkan didalam seluruh aspek kehidupan. Selain di dalam bidang manajemen dan perekonomian, BI juga dimanfaatkan dalam pelayanan sosial, kesehatan, media, dan lain-lain. Implementasi  nyata dari pemanfaatan BI adalah dengan menggunakan dashboard atau tampilan yang menunjukkan hasil analisis data-data operasional. Menurut referensi yang diambil dari situs ilmu komputer tentang Business Intelligent (BI) yaitu merupakan sebuah proses untuk melakukan ekstraksi data-data operasional perusahaan dan mengumpulkannya dalam sebuah data warehouse. Selanjutnya data di data warehouse diproses menggunakan berbagai analisis statistik dalam proses data mining, sehingga didapat berbagai kecenderungan atau pattern dari data. Hasil penyederhanaan dan peringkasan ini disajikan kepada end user yang biasanya merupakan pengambil keputusan bisnis. Dengan demikian pemerintah daerah dapat mengambil keputusan berdasarkan fakta-fakta aktual, dan tidak hanya mengandalkan intuisi dan pengalaman kuantitatif saja.

Manfaat BI untuk Pemerintah Daerah

Berdasarkan permasalahan yang dialami oleh pemerintah daerah, maka penggunaan BI adalah solusi yang ditawarkan oleh penulis. Pembuatan sebuah tactical dashboard yang mampu melakukan ekstraksi data akan memberi manfaat yang lebih dalam proses analisis selanjutnya. Sistem ini memungkinkan pemerintah daerah untuk melihat informasi / data penduduk berdasarkan tingkat pendapatan dan pekerjaan sehingga dapat membantu menentukan kebijakan program pemerintah daerah. Berikut ini beberapa keuntungan yang bisa diperoleh :

  • Membantu pemerintah daerah dalam melihat hasil program pemerintah di sektor informal dan pengangguran yang telah dilakukan secara kontinyu (perbulan/perkuater/pertahun) di setiap daerah.
  • Pemerintah daerah mendapatkan data dari pelanggan berupa nama, alamat, usia, tempat tanggal lahir dan penghasilan per bulan,tingkat pendidikan  yang dapat diolah untuk membantu dalam menentukan strategi program pengurangan pengangguran.
  • Membantu pemerintah daerah dalam mengambil keputusan dengan menampilkan rata-rata-rata kondisi penduduk yang didasarkan pada tingkat pendapatan dan pendidikan serta usia dan gender.
  • Membantu pemerintah daerah dalam mengambil keputusan jumlah dana yang dibutuhkan yang berkaitan dengan strategi program pemerintah.

Implementasi BI

Dalam memanfaatkan BI yang diimplementasikan didalam dashboard, tentunya dibutuhkan measure dan dimensi yang digambarkan didalam komponen dashboard itu sendiri. Berdasarkan tujuan dari dashboard ini yaitu untuk sektor informal dan pengangguran, maka dimensi yang dibutuhkan antara lain :

Dimensi :

  • Waktu
  • Pekerjaan
  • Total Penduduk
  • Tingkat Pendapatan
  • Program Strategi

Measure :

  • Rerata jumlah pendapatan
  • Rerata jumlah penduduk
  • Rerata jumlah pengangguran

Berdasarkan dimensi dan measure yang telah diwujudkan didalam komponen-komponen dashboard, maka gambaran dari dashboard yang sesuai dengan kebutuhan dari pemerintah daerah adalah sebagai berikut :

Gambar 1 Desain Dashboard

Dashboard ini berisi informasi-informasi yang dibutuhkan pihak pemerintah didalam membantu mengambil kebijakan terkait sektor informal dan pengangguran. Informasi yang ditampilkan dalam komponen dashboard ini yaitu :

  • Waktu

Data akan di drill down berdasarkan waktu yang terdiri dari bulan, kuarter dan tahun

  • Wilayah

Data akan di drill down berdasarkan wilayah yang dipilih antara lain Surabaya, sidoarjo, gresik, malang dan Madura.

  • Pekerjaan (pie chart)

Pada komponen pekerjaan dapat dilihat perbandingan mayoritas dari jenis pekerjaan penduduk pada tiap daerah. Selain itu pada komponen pekerjaan dapat dilakukan segmentasi berdasarkan gender dan usia. Komponen ini digambarkan dalam bentuk pie chart sehingga dapat lebih mudah mengetahui  perbandingannya.

  • Total Penduduk (line chart)

Pada komponen total penduduk dapat dilihat tingkat kenaikan jumlah penduduk pada daerah terntentu dalam suatu waktu. Selain itu pada komponen total penduduk dapat dilakukan segmentasi berdasarkan gender dan usia. Komponen ini digambarkan dalam bentuk line chart karena penggunaan line chart akan mempermudah pihak pemerintah menganalisa tingkat kenaikan penduduk itu.

  • Tingkat Pendidikan

Pada komponen tingkat pendidikan dapat dilihat perbandingan mayoritas dari tingkat pendidikan pada tiap daerah. Selain itu pada komponen tingkat pendidikan dapat dilakukan segmentasi berdasarkan gender dan usia. Komponen ini digambarkan dalam bentuk pie chart sehingga dapat lebih mudah mengetahui  perbandingannya.

  • Tingkat Pendapatan

Pada komponen tingkat pendapatan dapat diketahui rata-rata dari pendapatan penduduk di suatu daerah. Komponen ini digambarkan dalam line chart sehingga dapat diketahui secara signifikan apakah pendapatan dari tiap penduduk naik ataupun turun.

  • Program Strategi

Pada komponen Program strategi menunjukkan informasi tentang data perbandingan dari program-program yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah. Komponen ini digambarkan dalam line chart sehingga dapat diketahui secara signifikan apakah program tersebut efektif dalam menjaring penduduk dengan tujuan meningkatkan pendapatan  penduduk dan mengurangi penganggguran

Kesimpulan

Pemanfaatan BI dapat menjadi solusi dalam membantu pengambilan keputusan oleh pemerintah daerah. Aspek pemanfaatan yang lebih dinamis dan multi-dimensi seperti ini,dapat dijadikan sebagai alat bagi pemerintah untuk membantu menyelesaikan masalah-masalah yang khususnya yang terkait pada sektor informal dan pengangguran yang terjadi di tiap daerah.

Referensi

Target Pembaca :

Masyarakat, Pemerintah Daerah, Pegawai Pemerintah, Pejabat Daerah.

4 thoughts on “Pemanfaatan BI Dalam Membantu Pengambilan Kebijakan Program Pemerintah Daerah Surabaya Untuk Sektor Informal Dan Pengangguran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s