Enterprise Resource Planning

Bukan hal yang mudah untuk menulis, dan itu juga yang saya rasakan ketika ingin menulis di blog ini. Yang paling dominan adalah rasa malas itu sendiri, selain itu dikepala saya ini yang lebih dominan juga jidat dan pipi. Seperti kali ini, sebenarnya sudah lama saya ingin mengupdate blog ini dengan beberapa tulisan, namun karena kembali pada alasan pertama maka tulisan-tulisan itu hanya ada diawang-awang saja.πŸ™‚

Seminggu kemarin,tepatnya 7-12 Februari 2011, saya berkesempatan untuk melakukan studi ekskursi di Jakarta dan bandung. Ada beberapa perusahaan yang dikunjungi seperti PT.pupuk kujang, Pertamina, dan Mandiri. Banyak ilmu yang didapatkan selama kunjungan itu,dan alah satunya adalah yang saya bahas dipostingan kali ini yaitu tentang Enterprise Resource Planning (ERP) atau kalau diartikan adalah Perencanaan Sumber Daya Perusahaan.

Konsep mendasar tentang ERP adalah integrasi, dan berbicara tentang integrasi tentunya bukan hal mudah untuk mengintegrasikan seluruh proses bisnis perusahaan. Integrasi memang salah satu pekerjaan yang membutuhkan effort yang lebih. Namun contoh kecil yang sering saya temui, jika dalam pembagian tugas kuliah, banyak yang meremehkan tugas untuk integrasi, ya karna biasanya asumsi tugas integrasi adalah hanya menggabungkan saja,tidak mengintegrasikan. Nah ini kesalahan besar, karena tujuan integrasi bukan sekedar menggabungkan, namun juga menyempurnakan secara keseluruhan. Sekarang bayangkan ketika kita berada dalam suatu proyek dimana kita bertugas untuk mengintegrasikan modul A, modul B dan Modul C. Asumsi paling mendasar adalah seorang integrator harus memahami algoritma modul A, modul B dan modul C. Paling tidak integrator harus memahami proses bisnis dari tiap modul, sehingga aplikasi ini dapat berjalan. Sebenarnya yang diatas hanya sekedar ilustrasi sederhana untuk memahami konsep ERP dari sudut pandang saya.

ERP System overview

ERP sendiri merupakan sistem yang didesain untuk melakukan otomatisasi proses bisnis untuk perusahaan kelas Enterprise (menengah dan besar). Proses-proses manufacturing, distribution, personnel, project management, payroll, dan financial termasuk didalam ERP ini. ERP merupakan sistem informasi berorientasi akuntansi untuk mengidentifikasi dan perencanaan kebutuhan resource secara luas. Dan dengan adanya sistem ERP ini, sebuah perusahaan dapat melakukan berbagai efisiensi, seperti mengatur stok barang secara lebih akurat, mengontrol pembelian barang berdasarkan kebutuhan, serta mengatur penjualan secara lebih cepat dan efisien. Disamping itu data-data tersebut juga dapat di akses secara realtime.

Banyak manfaat serta tujuan yang didapat dari implementasi ERP ini,silahkan cari di google untuk lebih jelasnya. Kalau menurut saya,ada dua tujuan utama dari implementasi ERP ini yaitu Integrasi dan Standarisasi. Integrasi yang disini adalah ERP mengintegrasikan,baik sebagian ataupun keseluruhan, proses bisnis perusahaan. Tentunya untuk mengintegrasikan, terlebih dulu proses bisnisnya harus dirapikan. Artinya ada SOP dari setiap prosedur di perusahaan itu, alias distandarkan setiap prosesnya.

Ketika saya mengambil mata kuliah ini, software ERP yang digunakan adalah openERP. Sebenarnya Saat ini ada banyak software ERP yang beredar di pasaran seperti SAP, PeopleSoft, Oracle ERP, JDE, dimana software software tersebut adalah sotware komersial. Sedangkan untuk software ERP Opensource saat ini ada Compiere ERP&CRM, Adempiere (turunan Compiere), OpenBravo (turunan Compiere), Tiny ERP, OpenTaps, Web ERP, dll. Disini, kami menggunakan Open Erp, opensource ERP yang lebih mudah dipahami dan dimengerti,selain itu alasan yang lebih konkrit adalah karena SAP berbayar dan yang ini gratis,ya sesuai dengan prinsip ekonomi. :))

Untuk OpenERP adalah salah satu aplikasi ERP yang praktis dan mudah digunakan. Target penggunaanya adalah perusahaan skala kecil hingga menengah dengan jumlah karyawan sekitar 150 orang pengguna sistem dan bidang bisnis meliputi perdagangan, umum, distribusi, dan layanan. Open erp merupakan aplikasi bisnis opensource yang meliputi CRM, penjualan, manajemen proyek, manajemen gudang, manufaktur, dan sumber daya manusia. Selain itu, OpenERP dapat diimplementasikan pada sistem operasi Linux dan Windows. Untuk server klien linux, windows, dan Mac OS X. Database yang digunakan adalah database open source yaitu PostgreSQL, dengan bahasa pemrograman Phyton.

OpenERP memiliki beberapa modul yang di dalam setiap modul tersebut terdapat beberapa fitur yang dapat digunakan oleh penggunanya. Berikut ini salah satu rincian dari modul-modul beserta fitur yang terdapat di dalamnya :

Enterprise Module
o Point of Sales
Fitur Point of Sales ini digunakan untuk memanajemen titik penjualan perusahaan termasuk di dalamnya titik operasi penjualan yang terdiri dari penjualan, stok, pencairan dana, faktur, dan lain-lainnya.
Poin kunci untuk fitur ini adalah :

  • Berbagai macam system pembayaran
  • Memungkinkan adanya faktur langsung
  • Memungkingan pertukaran produk
  • 12 tipe barcode

o Invoicing
OpenERP mendukung berbagai macam logistic untuk otomatisasi faktur dari order penjualan, pembiayaan (timesheet, pembelian, dan lain-lain), tugas-tugas, layanan berlangganan , dan lain-lainnya.
Poin kunci :

  • System pendaftaran harga yang powerful
  • Follow-up modul yang berguna

o Service Management
Service Management merupakan salah satu fitur OpenErp yang memungkinkan perusahaan untuk memanajemen sub-projek yang ada, mengontrol tugas-tugas dari manajer proyek, memberi peringatan pada pelanggan melalui e-mail untuk mendukung proyek, penjadwalan dan member prioritas pada tugas yang ditetapkan, dan lain-lainnya.
Poin kunci untuk fitur ini adalah :

  • Menu untuk pengguna yang spesifik berdasarkan peran dari pengguna
  • History untuk setiap penugasan dan proyek
  • Control jadwal

o Purchase
Manajemen pembelian memngkinkan perusahaan untuk melacak daftar harga dari supplier dan mengubahnya ke dalam Purchase Order. OpenERP memiliki beberapa meted untuk monitoring faktur dan melacak penerimaan dari barang yang telah dipesan. Selain itu, OpenERP juga memungkinkan perusahaan untuk memanajemen pengiriman parsial oleh supplier dan replenishment manajemen dari OpenERP juga memungkinakn system secara otomatis mengenerate draft purchase order.
Poin kunci :

  • Manajemen tender
  • Integrasi best practice (MTS / MTO, JIT, MPS, Kanban)
  • Faktur, pengiriman produk dan control pelayanan

o Sales
Memungkinkan untuk memanajemen dan mengklasifikasikan pesanan penjualan ke dalam sistem terstruktur. Selain itu juga memungkinkan untuk membuat pesanan baru dan mereview pesanan yang sudah ada pada berbagai macam keadaan. Konfirmasi order dapat mentrigger pengiriman barang dan waktu faktur didefinisikan oleh pengaturan dari setiap pesanan.
Poin kunci :

  • Menyediakan semua informasi yang dibutuhkan oleh salesman dalam satu tampilan
  • Mengontrol pesanan, pengiriman dan faktur penjualan
  • Pelacakan semua kegiatan pelanggan

Sepertinya untuk overview tentang ERP sampai disini dulu, nanti akan saya lanjutkan dipostingan selanjutnya. Banyak referensi tentang ERP maupun OpenERP di internet, dan FYI documentation di openERP kurang baik bagi mereka yang tidak mau ribet.πŸ™‚

Design is not making beauty,
beauty emerges from selection, affinities, integration, love.
– Louis Kahn –

One thought on “Enterprise Resource Planning

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s