Kesetaraan Gender, FemiMan dan GentleWomen

Ibu kita Kartini
Putri sejati
Putri Indonesia
Harum namanya
Ibu kita Kartini
Pendekar bangsa
Pendekar kaumnya
Untuk merdeka
Wahai ibu kita Kartini
Putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya/span>
Bagi Indonesia

Cuplikan lagu itu sudah sangat familiar bagi saya dan mungkin teman-teman yang sedang membaca postingan ini. Biasanya lagu ini kembali booming setiap tahun, tepatnya setiap tanggal 21 april. Dan semoga lagu ini bakal mengalahkan fenomena briptu norman dengan lagu chaiya-chaiyanya?😀

Postingan kali ini adalah dalam rangka memperingati hari kartini di tahun 2011.  Sedikit pendapat dari Kacamata saya yang hampi r minus tiga ini. Nah,dilihat dari cerita sejarah yang diceritakan di Wikipedia, Raden Adjeng Kartini (lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 – meninggal di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 pada umur 25 tahun) atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini adalah seorang tokoh suku Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi. Raden Adjeng Kartini adalah seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa, putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara. Ia adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Dari sisi ayahnya, silsilah Kartini dapat dilacak hingga Hamengkubuwana VI.

ibu kartini

kartini

Yang menarik dari seorang kartini adalah, dari pemikiran-pemikirannya tentang sebuah perubahan untuk bangsa pribumi, khususnya kaum perempuan. . Sebagian pemikiran berisi keluhan dan gugatan khususnya menyangkut budaya di Jawa yang dipandang sebagai penghambat kemajuan perempuan. Dia ingin wanita memiliki kebebasan menuntut ilmu dan belajar. Kartini menulis ide dan cita-citanya, seperti tertulis: Zelf-ontwikkeling dan Zelf-onderricht, Zelf- vertrouwen dan Zelf-werkzaamheid dan juga Solidariteit. Semua itu atas dasar Religieusiteit, Wijsheid en Schoonheid (yaitu Ketuhanan, Kebijaksanaan dan Keindahan), ditambah dengan Humanitarianisme (peri kemanusiaan) dan Nasionalisme (cinta tanah air). Pemikiran-pemikiran kartini itu melahirkan suatu gerakan yang sudah kita kenal yang disebut emansipasi wanita.

EMANSIPASI

Apa emansipasi itu?

Saya jamin bahwa kita bisa menjelaskan tentang definisinya, namun saya lebih menjamin lagi kalau kita tidak bisa menjelaskan batasan-batasan dari emansipasi itu. Kalau dilihat di Wikipedia, emansipasi adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan sejumlah usaha untuk mendapatkan hak politik maupun persamaan derajat, sering bagi kelompok yang tak diberi hak secara spesifik, atau secara lebih umum dalam pembahasan masalah seperti itu. Dan mengacu pada definisi kita sebelumnya, pasti kita juga akan berpendapat tidak jauh dari yang namanya kesetaraan gender.

Emansipasi memang terkait dengan kesetaraan gender, dan menurut saya banyak yang salah kaprah tentang emansipasi itu. IMHO, emansipasi bukanlah kesetaraan gender. Asumsi saya,apakah memang bisa gender disetarakan? sudah secara fisik gender berbeda dan tidak bisa disamakan, apa masih bisa gender itu disetarakan? Ya gender bukan hanya terkait kelamin fisik, tapi memang lebih dari itu. Mungkin ada yang tidak setuju dengan pendapat ini, tapi saya punya alasan tersendiri,kenapa gender tidak bisa disetarakan. Jika perempuan ingin disetarakan dengan laki-laki,mari kita coba jawab pertanyaan dan analogi iseng dari saya yang berkaitan dengan emansipasi.

  • apakah perempuan bisa disetarakan dengan laki-laki? Jika memang bisa,laki-laki juga bisa dong disetarakan dengan perempuan. Kalau begitu apakah jika laki-laki bersikap seperti perempuan itu wajar?

Pasti asumsi kita sama,bahwa cowok yang bersikap seperti itu adalah banci. Dan faktanya, banyak stigma negative tentang cowok-cowok banci ini karena masyarakat mengaggap bahwa itu diluar kodarat mereka sebagai laki-laki. Contoh sederhana,diluar cowok yang bersikap seperti perempuan,tapi bisa dibilang banci adalah ,jika didalam bis, cowok membiarkan ibu-ibu untuk berdiri,sedangkan dia tidak memberikan kursinya dan dengan santainya duduk atau pura-pura tidak tahu., itu termasuk banci.

  • Bagaimana dengan pertanyaan jika perempuan melahirkan, apakah laki-laki juga bisa melahirkan?

Jawaban saya,tidak bisa karena ada kodrat yang mengatur hak dan kewajiban perempuan dan laki-laki. Sudah kodratnya perempuan yang melahirkan, dan laki-laki yang bertanggung jawab memenuhi nafkah, dan saya rasa kedudukan seperti itu tidak bisa disetarakan. Pernyataan ini bukan menunjukkan kalau perempuan tidak boleh bekerja. Tidak ada hukum yang melarang untuk perempuan bekerja, tapi kembalilah kepada kodrat kaum perempuan.

  • Satu lagi pertanyaan yang silahkan dijawab, lebih baik mana cowok menembak cewek, atau cewek menembak cowok?

Jawaban yang relevan menurut saya adalah sudah kodratnya,laki- laki yang mendekat dan wanita menunggu. Gak ada istilah FEMIMAN dan GENTLEWOMEN. Allah menciptakan kita dengan keharusan bersikap sesuai dengan kodratnya. Walaupun baik cowok atau cewek punya hak memilih dan dipilih,menolak dan ditolak. Tapi sudah seharusnya Adam yang mendatangi hawa dan hawa menunggu atau hanya memberi sinyal kepada adam.

Mengutip dari teman saya, Luthfia, di Jurusan Sistem Informasi, seorang aktivis perempuan dikampus dalam blognya mengatakan pendapatnya tentang feminismie dan emansipasi

Feminisme adalah suatu keterbukaan dan pandangan kaum wanita dalam menyuarakan aspirasi mereka. Serupa namun tak sama. Kaum perempuan ingin terlibat aktif dalam organisasi dan diakui oleh publik akan keberadaannya. Saya tidak ingin berbicara mensejajarkan dengan kaum Adam. Emansipasi bukan berarti sama persis dengan kaum adam. Berbicara tentang apapun, antara kaum perempuan dan lelaki tidak akan bisa disamakan. Saya adalah penganut feminisme ‘ala saya’. Feminisme yang bebas, bertanggung jawab, dan tetap pada kodratnya

Inilah sebenarnya emansipasi itu harus didefinisikan dan dilakukan. Bukan suatu kebebasan untuk melakukan apa saja, namun melupakan kewajiban sebagai seorang perempuan yang bertanggung jawab kepada keluarganya, istri yang mengabdi pada suaminya dan ibu yang berkewajiban mendidik anak-anaknya. Dan terakhir, jika ada yang bertanya seperti apa kartini itu? silahkan lihat ibu kita. Beliau lah kartini bagi anak-anaknya.

Selamat Hari Kartini untuk seluruh perempuan hebat, and as usual, there is a great woman behind every idiot.😛

P.S :ini hanya pendapat pribadi,apabila ada kesalahan,saya mohon maaf.🙂

My Mom’s the most beautiful girl,
not only on the outside but on the inside.
She’s teaching me how to be a good person
– Miley Cyrus –

2 thoughts on “Kesetaraan Gender, FemiMan dan GentleWomen

  1. Saya setuju dengan pernyataan dimana ada hal yang bisa disejajarkan dan ada yang tidak antara wanita dan laki-laki. Mereka dibedakan karena memang begitulah keadaannya, manusia diciptakan ada laki-laki dan wanita. Mereka disamakan karena memang begitulah keadaannya, mereka manusia. Jadi menurut saya, istilah emansipasi wanita itu muncul atas dasar memandang wanita sebagai seorang manusia, bukan gender. Apakah salah seorang wanita untuk berkarier? Tidak. Apakah salah jika seorang laki-laki merawat anaknya? Tidak.

    Tentang contoh sikap cowok cewek di atas… bagi saya, untuk beberapa hal kita masih terlalu sering dikotak-kotakkan dalam sudut pandang “mana cowok mana cewek”.
    Contoh pertama (tempat): Sebenarnya dalam hal ini kita berbicara tentang menghargai orang lain. Entah itu bernama banci atau apa, seorang laki-laki seperti itu bagi saya juga sama seperti seorang wanita yang membiarkan kakek renta untuk tetap berdiri. Kita tidak melihat siapa yang lemah di sini, tapi melihat siapa yang paling membutuhkan.
    Contoh kedua (melahirkan): Sudah tidak bisa disanggah. Pasti itu.
    Contoh ketiga (nembak): Saya setuju, tapi sebagian. Terkadang para wanita pun tidak terima kalau harus menunggu yang laki-laki. Sekarang itu jamannya sudah seperti ini. Wanita memang menunggu dan memberikan sinyal, tapi kalau laki-lakinya telmi, ya mau bagaimana lagi biar dia sadar? Tapi saya tidak setuju kalau seorang laki-laki sengaja diam, malu, dan takut-takut lalu menunggu sampai wanitanya yang ambil tindakan.

    Maaf, panjang.

  2. Lambertus Hermawan :

    Saya setuju dengan pernyataan dimana ada hal yang bisa disejajarkan dan ada yang tidak antara wanita dan laki-laki. Mereka dibedakan karena memang begitulah keadaannya, manusia diciptakan ada laki-laki dan wanita. Mereka disamakan karena memang begitulah keadaannya, mereka manusia. Jadi menurut saya, istilah emansipasi wanita itu muncul atas dasar memandang wanita sebagai seorang manusia, bukan gender. Apakah salah seorang wanita untuk berkarier? Tidak. Apakah salah jika seorang laki-laki merawat anaknya? Tidak.

    Tentang contoh sikap cowok cewek di atas… bagi saya, untuk beberapa hal kita masih terlalu sering dikotak-kotakkan dalam sudut pandang “mana cowok mana cewek”.
    Contoh pertama (tempat): Sebenarnya dalam hal ini kita berbicara tentang menghargai orang lain. Entah itu bernama banci atau apa, seorang laki-laki seperti itu bagi saya juga sama seperti seorang wanita yang membiarkan kakek renta untuk tetap berdiri. Kita tidak melihat siapa yang lemah di sini, tapi melihat siapa yang paling membutuhkan.
    Contoh kedua (melahirkan): Sudah tidak bisa disanggah. Pasti itu.
    Contoh ketiga (nembak): Saya setuju, tapi sebagian. Terkadang para wanita pun tidak terima kalau harus menunggu yang laki-laki. Sekarang itu jamannya sudah seperti ini. Wanita memang menunggu dan memberikan sinyal, tapi kalau laki-lakinya telmi, ya mau bagaimana lagi biar dia sadar? Tapi saya tidak setuju kalau seorang laki-laki sengaja diam, malu, dan takut-takut lalu menunggu sampai wanitanya yang ambil tindakan.

    Maaf, panjang.

    waw..komen yang keren tus..
    Sedikit miris memang ketika kesetaraan gender digunakan sebagai alasan untuk “memaksakan” keadaan yang lebih baik bagi si subjek.
    Setuju jika memang istilah emansipasi wanita itu muncul atas dasar memandang wanita sebagai seorang manusia, bukan gender.
    Apalagi perempuan memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan lelaki.
    Perempuan itu memang indah ya.. #eh
    hehehe..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s