Play for Living

Jumat, 8 juni 2012 ,  sudah hampir 1 bulan disini dan untuk ketiga kalinya kembali kebandung, dan kunjungan kali berbeda dengan sebelumnya, karena kali ini ga cuma berkunjung tapi ada keperluan kantor yang memaksa aku pindah ke  kota yang katanya terkenal dengan paris van java.

Kebetulan kantorku sekarang pindah ke bandung, beenarylab lagi diinkubasi bisnis dari PT Telkom Indonesia, tepatnya di bandung digital valley. Ada 14 perusahaan yang ikut inkubasi dan sekaligus menjadi orang-orang yang bakal aku temui setiap hari, karena kita sama-sama ngantor disini.

Salah satu agenda yang menarik dari BDV ini adalah mentoring dan sharing dengan pelaku usaha ICT yang sudah berpengalaman di bisnisnya.  Pertemuan pertama kami dipertemukan dengan Pak Bullit Sesariza.  Aku bertemu pertama kali dengan pak bullit sezariza, pada event telkomsel boothcamp di bulan oktober 2011. Pada saat itu, 100 orang dikumpulkan dari berbagai bidang, untuk membuat startup baru hasil dari brainstorming dan mungkin sedikit brainwashing, dan pada akhirnya tim yang dipimpin oleh pak bullit yang membuat mobile apps untuk edukasi (KARK) menjadi pemenang telkomsel boothcamp. Pertemuan kedua terjadi di bandung digital valley, disalah satu kelas yang ternyata pak bullit menjadi salah satu pemateri untuk sesi pertama ini, yaitu tentang technopreneurship. Materi ini mungkin sudah banyak dibahas, namun yang menarik adalah pak bullit membawakan materi ini dengan sangat santai bukan berdasarkan text book, namun pak gullit lebih memberikan materi ini based on experience. Karena expertise nya dibidang industri game, pak gullit banyak memberikan sharing tentang bisnis model yang ada di industri ini.

Sekilas tentang pak gullit sezariza , dia adalah salah satu pemain besar untuk industry game. Dia adalah pendiri dari PT Logika Interaktif, PT Wahana Permainan (Game Rental for Crowd Making, PT Holomoc Indonesia (Creative Virtual Solution) , dan Kark Mobile Education Pte.Ltd. Semua perusahaan itu core bisnisnya adalah game. Dan project terakhirnya bekerjasama dengan timezone untuk satu game yang akan dilaunching di singapura.

Siapa yang ga suka dengan nge-game?

Game itu jadi teman main buatku dari semenjak kecil, mulai dari model SPICA Nintendo, Sega, PlayStation the series, sampe PC Game. Dan mungkin dibagian belahan dunia manapun pasti ada yang suka nge-game. Setuju?!  Tapi Ada quote menarik yang pasti pernah kalian dengar, Do what you love, love what you do.  Pertanyaannya, if I love playing the game, how do I make a living out of it ?

Pertanyaan itu yang dijawab oleh pak gullit dalam sesi sharing kali ini. “Play for Living” , tagline yang muncul pada slide pertama yang juga menjelaskan bidang yang ditekuni oleh pak bullit.

Cycle ini yang menjelaskan keseluruhan dari bagaimana pak bullit make a living out of game. Dia berhasil untuk bukan hanya sekedar survive dari game tapi making money from his hobby.

Ideas are cheap! Ide itu memang murah kalau ga pake action. Ide yang kita punya sekarang, pasti juga terpikirkan oleh banyak orang, mungkin dibelahan dunia yang lain. Ide adalah alasan pertama kita memulai “something BIG”. Tanpa ada tindakan, ide hanya menjadi sampah pikiran yang ga jelas arahnya.

Tahapan selanjutnya adalah bagaimana ide tadi dijelaskan dalam sebuah konsep produk yang sesuai dengan kebutuhan. Pengalamanku dulu, aku memulai dari sesuatu yang pengen aku buat, bukan memulai dari mengapa aku harus buat itu. Don’t start from “what”, but try to find your “why” and starts from it, and you’ll get your market.

Salah satu tantangan terbesar adalah merealisasikan produk itu menjadi sesuatu yang menarik. Tahukah kamu kalau manusia lebih menyukai desain secara visual daripada bentuk lainnya. Function penting, tapi desain product yang akan menentukan berapa mahal ide kita.

Pak bullit memulai pertama kali membuat game untuk perusahaannya sendiri, hanya 2 orang. Dia sebagai programmer , desainer, dan semua yang terkait dengan produk dan rekannya sebagai marketing, dan yang terkait dengan bisnis ini.

Memang tidak mudah menemukan bisnis model yang tepat, terkadang kita butuh nubruk-nubruk dulu sebelum menemukan bisnis model yang sesuai untuk produk yang kita develop. Menurut kalian bisnis model apa yang pertama kali di adopsi oleh pak bullit?

Pernah main dingdong? kurang lebih seperti itu yang diterapkan oleh pak bullit sampai dia menemukan model bisnis yang tepat, yaitu game untuk media promo. Kalau teman-teman pernah liat dalam satu pameran ada game yang tokohnya adalah maskot perusahaan, kemudian untuk memainkannya cukup dengan membeli produk dengan jumlah tertentu bahkan ada yang gratis. Nah seperti itulah business model dari game yang di buat oleh pak gullit.

Cycle ini terus berputar,dan saling mendukung antara cycle satu dengan yang lainnya (perusahaan satu terkait dengan perusahaan lainnya)

Dan terakhir yang membuat menarik apa yang disharing kan pada hari itu adalah business isn’t about the money, business is about :

  • Passion
  • Friendship
  • Numbers
  • Creatinng Value
  • Developing people
  • And is about.. ?

titik-titik itu adalah nilai-nilai lain yang akan kita temui dalam proses membangun bisnis kita, and remember, business is about developing people, so let’s  find our mentors, students, friends, and rivals.

One idea create many more
– Bullit Seazariza –

2 thoughts on “Play for Living

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s