Do or Do Not, Dont TRY

Susan..susan..klo gede mau jadi apa
Aku kepengen pinter biar jadi dokter

Sepenggal bait lagu tadi membawa saya pada nostalgia sewaktu kecil. Masa dimana hidup itu begitu indah, tanpa ada beban, karena disaat itulah tugas saya hanya bermain. Lagu itu saya kutip karena itu sepertinya menjadi representasi dari saya serta jutaan anak Indonesia yang memiliki cita-cita seperti dokter,pilot, presiden dsb. Coba ingat kembali,ketika dulu ditanya,” adek,klo sudah besar,mau jadi apa?

Apa masih ingat jawabannya?
Apa juga menjawab jawaban yang sama seperti susan yang ingin menjadi dokter atau pilot atau cita-cita lainnya?

Catatan kali ini memang tentang cita-cita, ya tentang cita-cita bukan mimpi,atau angan-angan atau khayalan karena menurut saya ada perbedaan yang sangat jelas diantaranya. Perbedaan yang simple, cantumkan tanggal di mimpi itu dan jadilah cita-cita. Jadi cita-cita itu ada batasan waktu, klo ga ada batasan waktunya, ya mimpi aja dah. Kalau memang tidak setuju dengan ini,ya silahkan anda definisikan sendiri ya πŸ˜€

Continue reading

SAYA, INTERNET & GAYA HIDUP

anak dan internet

anak dan internet

Internet, 11 tahun yang lalu merupakan kata yang asing bagi seorang anak SD kelas 6 yang tinggal di salah satu kota kecil bernama teluk betung. Kota kecil yang terletak di Propinsi Lampung dimana belum banyak tersentuh dengan kemajuan teknologi seperti akses untuk internet apalagi untuk anak usia 12 tahun, jelas internet merupakan hal yang langka bagi peradabannya. Jika dilihat dari sejarah, internet sudah ditemukan pada 1969 ketika Departemen Pertahanan Amerika, U.S.Defense Advanced Research Projects Agency(DARPA), atau lebih tepatnya 31 tahun sebelum anak itu kenal dengan internet.

Fenomena ini pasti dialami oleh hampir seluruh anak serta masyarakat pada masa itu,masa dimana sangat sulit sekali untuk mendapatkan akses internet,kalaupun ada butuh biaya yang banyak untuk mengakses internet dan tentunya biaya yang mahal bila dibandingkan dengan uang jajan anak itu dan mayoritas anak sekolah di Indonesia sebesar Rp.500/hari. Padahal, biaya akses internet di warnet berkisar antara Rp.6000 – 10.000/jam.

Continue reading

Enterprise Resource Planning

Bukan hal yang mudah untuk menulis, dan itu juga yang saya rasakan ketika ingin menulis di blog ini. Yang paling dominan adalah rasa malas itu sendiri, selain itu dikepala saya ini yang lebih dominan juga jidat dan pipi. Seperti kali ini, sebenarnya sudah lama saya ingin mengupdate blog ini dengan beberapa tulisan, namun karena kembali pada alasan pertama maka tulisan-tulisan itu hanya ada diawang-awang saja. πŸ™‚

Seminggu kemarin,tepatnya 7-12 Februari 2011, saya berkesempatan untuk melakukan studi ekskursi di Jakarta dan bandung. Ada beberapa perusahaan yang dikunjungi seperti PT.pupuk kujang, Pertamina, dan Mandiri. Banyak ilmu yang didapatkan selama kunjungan itu,dan alah satunya adalah yang saya bahas dipostingan kali ini yaitu tentang Enterprise Resource Planning (ERP) atau kalau diartikan adalah Perencanaan Sumber Daya Perusahaan.

Konsep mendasar tentang ERP adalah integrasi, dan berbicara tentang integrasi tentunya bukan hal mudah untuk mengintegrasikan seluruh proses bisnis perusahaan. Integrasi memang salah satu pekerjaan yang membutuhkan effort yang lebih. Namun contoh kecil yang sering saya temui, jika dalam pembagian tugas kuliah, banyak yang meremehkan tugas untuk integrasi, ya karna biasanya asumsi tugas integrasi adalah hanya menggabungkan saja,tidak mengintegrasikan. Nah ini kesalahan besar, karena tujuan integrasi bukan sekedar menggabungkan, namun juga menyempurnakan secara keseluruhan. Sekarang bayangkan ketika kita berada dalam suatu proyek dimana kita bertugas untuk mengintegrasikan modul A, modul B dan Modul C. Asumsi paling mendasar adalah seorang integrator harus memahami algoritma modul A, modul B dan modul C. Paling tidak integrator harus memahami proses bisnis dari tiap modul, sehingga aplikasi ini dapat berjalan. Sebenarnya yang diatas hanya sekedar ilustrasi sederhana untuk memahami konsep ERP dari sudut pandang saya.

ERP System overview Continue reading

Katok Kotak “plaid clothing”

Alhamdulillah,pada tahun 2010 kemarin,saya dan tim diberi kesempatan untuk memulai usaha baru yaitu katok kotak. Berawal dari coba-coba meng-apply di lomba bisnis plan yang diadakan di ITS, katok kotak berhasil lolos untuk merealisasikan usaha ini. Dan alhamdulillah lagi, katok kotak bisa diliput sama majalah Gengsi,yaitu majalah di jurusan sistem informasi. Ini saya cantumkan artikel yang ada di Gengsi

KatokkotaK, memulai bisnis dari proposal!

Continue reading

Manajemen Rantai Pasok

Setelah sekian lama hilang dari peradaban blog, akhirnya dengan semangat baru mulai muncul kembali hasrat untuk nge-blog. Alasan simpel karna sekarang sudah mendekati akhir dari masa study saya di jurusan ini, maka saya pun ingin membuat beberapa tulisan tentang apa yang sudah saya dapat disini. Sedikit ingin bernostalgia dengan blogging yang jadi salah satu hobby saya disemester awal di jurusan SI ini

Pada postingan kali ini, saya akan membahas tentang salah satu materi yang menarik, yaitu tentang manajemen rantai pasok (MRP). Materi ini baru saya ambil di semester tujuh. Mengapa materi ini saya angkat,karena sebenarnya MRP itu sangat dekat sekali dengan kehidupan sehari-hari, seperti kata pepatah “jauh dimata dekat dihati”, yang maksudnya gini hasil produk dari proses MRP itu bisa dengan mudah didapat oleh konsumen ,tapi proses untuk menghasilkan produk itu sampai ketangan konsumen,nah itu butuh perjalanan yang panjang.

Continue reading

Technopreneurship : sebuah pilihan untuk masa depan

Globalisasi ekonomi dan era informasi mendorong industry menggunakan sumber daya manusia lulusan perguruan tinggi yang kompeten dan memiliki jiwa kewirausahaan. Akan tetapi tidak setiap lulusan perguruan tinggi memiliki jiwa kewirausahaan seperti yang diinginkan oleh lapangan kerja tersebut. Kenyataan menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil lulusan perguruan tinggi yang memiliki jiwa kewirausahaan. Di sisi lain, krisis ekonomi menyebabkan jumlah lapangan kerja tidak tumbuh, dan bahkan berkurang karena bangkrut. Dalam kondisi seperti ini, maka lulusan perguruan tinggi dituntut untuk tidak hanya mampu berperan sebagai pencari kerja tetapi juga harus mampu berperan sebagai pencipta kerja. Keduanya memerlukan jiwa kewirausahaan. Oleh karena itu, agar supaya perguruan tinggi mampu memenuhi tuntutan tersebut, berbagai inovasi diperlukan diantaranya adalah inovasi pembelajaran dalam membangun generasi technopreneurship di era informasi sekarang ini. Dalam kenyataan menunjukkan bahwa kewirausahaan adalah merupakan jiwa yang bisa dipelajari dan diajarkan.

Seseorang yang memiliki jiwa kewirausahaan umumnya memiliki potensi menjadi pengusaha tetapi bukan jaminan menjadi pengusaha, dan pengusaha umumnya memiliki jiwa kewirausahaan. Proses pembelajaran yang merupakan inkubator bisnis berbasis teknologi ini dirancang sebagai usaha untuk mensinergikan teori (20%) dan Praktek (80%) dari berbagai kompetensi bidang ilmu yang diperoleh dalam bidang teknologi & industri.
Menanamkan jiwa entrepreneurship bukan perkara yang mudah, karena ini berhubungan dengan dua hal kompleks yang perlu ditanamkan, yakni kesadaran teknologi, dan semangat entrepreneurship. Dua hal ini memiliki karakteristik yang spesifik dalam masing-masing pengembangannya. Oleh karena itu, untuk membentuk ketiga hal tersebut, penulis membaginya menjadi tiga tahapan:

Continue reading

Pemanfaatan BI Dalam Membantu Pengambilan Kebijakan Program Pemerintah Daerah Surabaya Untuk Sektor Informal Dan Pengangguran

Latar Belakang

Dalam menjalankan aktifitas pemerintahan, tentunya banyak permasalahan yang terjadi dimasyarakat khususnya masalah sosial. Dalam menentukan kebijakan yang terkait dengan masalah-masalah yang terjadi, tentunya menjadi persoalan yang sulit ketika pemda dituntut untuk membuat suatu kebijakan yang tepat didalam mengatasi semua masalah-masalah. Pada sektor informal, berdasarkan data pemerintah daerah jawa timur menyebutkan bahwa pertumbuhan jumlah pedagang sektor informal telah mencapai hampir angka 70.000 unit usaha, sementara kontribusi dari sektor ini untuk menekan angka kemiskinan dan pengangguran sangat tinggi. Pengelolaan sektor ini belum optimal dan cenderung spasial, serta III – 5 mempunyai akibat yang sangat serius terhadap arus lalu lintas kota, kekumuhan, dan kerugian dari sektor usaha lainnya. Pemerintah daerah berupaya untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat miskin melalui fasilitasi kebutuhan dasar, penataan dan pembinaan PKL serta usaha Informal lainnya. Adapun tujuan yang akan diwujudkan dari misi pemerintah daerah berdasarkan situs pemerintah provinsi jawa timur, adalah :

  1. Meningkatnya kualitas kehidupan keluarga miskin;
  2. Meningkatnya pelayanan penyandang masalah kesejahteraan sosial;
  3. Terwujudnya penataaan dan pembinaan usaha sektor informal secara proporsional dan modern

Salah satu cotoh masalah yang terjadiΒ  adalah, dalam pembuatan kebijakan untuk menekan jumlah pengangguran,pemerintah menyaramatakan program-program kerja/kebijakan pada tiap daerah. Padahal, setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda dalam hal ini ditinjau dari karakteristik masyarakat. Sehingga target/tujuan dari program itu tidak tercapai dan terjadi kerugian secara financial.

Continue reading